RUANG LINGKUP PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN IPS SD

 

1.      Ruang Lingkup Mata Pelajaran IPS
IPS adalah ilmu sosial yang secara harfiah terbagi menjadi tiga sub bidang ilmu yaitu Giografi, Sejarah dan Kependudukan. Masing masing bagian tersebut dapat lagi dibedakan berdasarkan bidang kajian masing-masing. Semakin tinggi kompleksitas kedalaman ilmu maka semakin sempit ruang lingkup yang dikaji. Sedangkan untuk sekolah dasar pokok pokok materi mengambil kepada 3 bidang tersebut yang terkadang diberikan secara terintegrasi.
Pengenalan bidang giografi di SD lebih banyak menyajikan fenomena alam baik di Indonesia maupun di luar negeri yang akan membangkitkan rasa ingin tahu siswa.  Sehingga siswa yang kreatif akan secara aktif mencari literatur-literatur tambahan selain buku yang direkomendasikan oleh sekolah. Bidang sejarah dikenalkan kepada anak SD lebih banyak menguraikan cerita-cerita kepahlawanan dengan batas pemahaman baik dan buruk. Dengan pengembangan aspek sesungguhnya di antara baik dan buruk tersebut terdapat daerah abu-abu yang memerlukan kesabaran guru untuk menjelaskannya berdasarkan fakta dan landasan psikologis suatu peristiwa. Dalam hal ini akan memancing peluang diskusi yang lebih banyak, sehingga peran serta siswa dalam kegiatan ini akan lebih besar. Kegiatan pembelajaran bidang ini sangat relevan jika disajikan dengan metode demonstrasi bermain peran. Dimana siswa akan terlibat langsung dengan aspek kejiwaan ketika memerankan tokoh-tokoh sejarah. Bidang kependudukan lebih banyak mengulas tentang tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan fungsi sosialnya dalam berhubungan dengan orang-orang sekitarnya, baik dalam ruang lingkup yang sempit sampai hubungan antar negara. Kompleksitas hubungan tersebut maka akan berdampak kepada dua hal yaitu positif dan negatif. Bentuk nyatanya adalah hubungan tersebut akan membawa manfaat di satu sisi dan berpotensi konflik di sisi lain. Harapannya adalah anak SD dapat lebih memahami keberadaannya dalam hubungannya dengan lingkungan alam dan sosial. Baik dalam sekala sempit maupun luas. Sehingga anak-anak kita mempunyai keterampilan dasar dalam upaya membangun hubungan sosial baik dalam sekala regional maupun antar negara. Keterampilan tersebut berintikan kepada keterampilan aplikatif dan selektif. Keterampilan aplikatif mempunyai pengertian melalui hubungan sosial siswa dapat memetik keterampilan yang bermanfaat bagi kesejahteraan diri dan komunitasnya. Sedangkan keterampilan selektif adalah siswa mampu menyaring hal-hal yang didapat dari hubungan sosial tersebut agar tidak merugikan diri dan komunitasnya.

2.      Pendekatan Pembelajaran Mata Pelajaran IPS
Melihat penjelasan di atas maka model pendekatan yang tepat diberlakukan pada mata pelajaran IPS adalah sebagai berikut :
a.       Model pendekatan  inquiri, yang bertujuan membimbing siswa agar menemukan fakta, konsep dan pemahaman sendiri dengan campur tangan guru secara tepat pada simpul-simpul masalah tertentu dengan timing yang tepat.
b.      Model pendekatan ketrerampilan proses yang mengarahkan siswa pada pola pembelajaran bermakna dimana hasil dan jawaban bukan semata-mata yang harus dicapai tetapi yang lebih penting adalah proses mendapatkan hasil dan alasan di balik jawaban yang dikemukakan.
c.       Model pendekatan CTL (Contekstual Learning), yang mana saat proses pembelajaran berlangsung diselenggarakan dalam suasana pemecahan masalah  yang menggunakan contoh dan permasalahan konkrit kekinian dan relevan dengan situasional lingkungan siswa.
d.      Model pendekatan berbasis proyek, dimana siswa dalam proses belajar memecahkan suatu permasalahan menggunakan prosedur yang membutuhkan kemandirian dan suasana kerjasama tim yang solid.
e.       Model pendekatan quantum teaching, dimana siswa ditempatkan pada subyek pembelajaran dalam suasana pengelolaan kelas yang atraktif,  dan komunikatif sehingga proses belajar menjadi lebih menantang, menyenangkan dan memotivasi.
f.       Model pendekatan Ilmu Teknologi Masyarakat (ITM) yang dikemukakan oleh Remy (1990) yang mengemukakan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS tidak terlepas kaitannya dengan perkembangan isu-isu sosial yang berkembang yang dominan menyangkut membahas pengaruh perkembangan teknologi pada berbagai aspek perikehidupan sosial kemaysarakatan.
Melihat beberapa alternatif pendekatan yang dijelaskan di atas maka mata pelajaran IPS memiliki persamaan dengan mata pelajaran matematika di atas dimana dalam pelaksanaan pembelajaran hendaknya kita peka dalam memilih dan meramu berbagai pendekatan sehingga tercapai titik temu antara karakteristik materi yang dibawakan dengan karakteristik siswa dengan sumber belajar dan lingkungan belajar dalam konteks siswa di SD No 4 Bukit. Kaitannya dengan kegiatan perbaikan pembelajaran saat ini, yang mengambil materi “Mengidentifikasi Berbagai Jenis Sumber Daya Alam” maka model pendekatan inquiri, CTL, quantum teaching dan ITM  layak menjadi pertimbangan.   Penggunaan pendekatan seperti itu akan mempunyai dampak signifikan terhadap perbaikan pembelajaran jika diaktualisasikan pelaksanaannya melalui penggunaan metode dan media yang relevan.

3.      Metodelogi Pembelajaran Mata Pelajaran IPS di SD
Aplikasi dari berbagai alternatif pendekatan di atas pada tataran pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran IPS di SD diwujudkan dalam bentuk penerapan metode-metode pembelajaran. Sesungguhnya segala jenis metode pembelajaran dapat diterapkan dalam pembelajaran mata pelajaran IPS di SD. Hanya yang perlu ditekankan adalah pemilihan, pemilahan dan peramuan berbagai macam metode harus sedapat mungkin selaras dengan karakteristik materi, siswa, sumber belajar dan lingkungan belajar dalam situasi konteksual di Kelas IV di SD No 4 Bukit. Metode-metode tersebut dapat dipilah dalam dua bagian besar sesuai dengan karakter metode tersebut sesuai dengan jiwa aliran dan paham pendidikan yang melandasinya. Saat ini terdapat dua paham pendidikan yang sedang hangat dibicarakan dalam berbagai kesempatan, yaitu paham behavioristik dan paham kostruktifistik. Dan seolah ingin menjadi penengah dari dua paham besar tersebut maka terdapat paham humanistis. Secara sepintas dapat digambarkan bahwa paham behavioristik yang dikemukakan oleh Skinner, John Locke dan lain lain, paham konstruktifistik dipopulerkan oleh Piaget, Vigotzky dan kawan-kawan sedangkan paham humanisme dipelopori oleh Maslow.
 Beragam jenis metode yang populer digunakan saat ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, pemecahan masalah, pengamatan, kelompok kerja, karya wisata, demonstrasi dan simulasi. Pada pelaksanaan pembelajaran penerapan metode tersebut dapat dilakukan secara tunggal dan gabungan beberapa metode secara variatif atau yang dikenal dengan multi metode. Sebab dengan penerapan metode secara variatif multimetode berdampak pada proses penyerapan materi pembelajaran secara simultan melalui lebih dari satu input pada panca indra siswa. Masukan yang diterima siswa berdasarkan berbagai masukan panca indra akan memiliki kebermaknaan belajar yang tinggi dimana dapat mempercepat proses pembelajaran. Harapannya adalah hasil belajar yang didapatkan dari evaluasi hasil belajar akan meningkat baik secara klasikal maupun individual.







0 komentar:

Poskan Komentar

 
Powered By Blogger | CREATIVE DESAINS BY PUTRA © 2009 | Resolution: 1024x768px | Best View: Firefox | Top