DIKLAT PEMBINA OLIMPIADE IPA SD TINGKAT PROVINSI BALI TAHUN 2012

        Proses percepatan pembelajaran bagi siswa sekolah dasar yang memiliki kemampuan lebih senantiasa diselenggarakan dalam rangka memenuhi salah satu aspek dari percepatan peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali  menaruh perhatian besar dalam mewujudkan hal tersebut dengan secara rutin melakukan penyegaran kompetensi guru Pembina Olimpiade MIPA SD. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua angkatan yaitu angkatan I diikuti oleh Guru Pembina Olimpiade Mata Pelajaran IPA yang diselenggarakan mulai tanggal 4 – 11 Oktober 2012 yang kemudian dilanjutkan dengan Diklat Pembina Olimpiade Mata Pelajaran Matematika yang dimulai dari tanggal 12 – 19 Oktober 2012. Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh peserta diklat dari 9 kabupaten/kota seluruh Bali dengan jumlah peserta 72 orang untuk Guru Mata Pelajaran IPA dan 72 orang Pembina Mata Pelajaran Matematika.
         Dalam acara pembukaan yang dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2012 tersebut di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Disdikpora Provinsi Bali yang diwakili oleh Kabid Dikdas Drs. Made Sutarjana. Dalam kesempatan tersebut disampaikan beberapa kebijakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali dalam penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Bali. Kegiatan diklat diisi dengan penyajian oleh para nara sumber terkemuka dari Undiksha Singaraja yaitu Prof. Dr I Wayan Subagia, Ph.D, Dr. I Wayan Redhana, M.Si dan Kade Suardana, S.Pd, M.Si.  Materi disajikan dengan cara interaktif sehingga para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Materi yang disampakan dalam kegiatan tersebut berkisar tentang pembahasan dan review soal-soal OSN yang diselenggarakan dalam penjaringan dan seleksi olimpiade MIPA yang baru saja berakhir tahun ini, materi pengembangan karakter melalui pembelajaran sains, pengembangan berfikir kreatif dan kritis dan pembuatan model soal OSN yang dilanjutkan dengan presentasi soal-soal OSN.
         Acara tersebut oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali akan dilanjutkan pelaksanaannya di masa yang akan datang dalam rangka pembibitan dan pembinaan berkelanjutan kepada siswa-siswa SD yang berpotensi dan memiliki kemampuan keerdasan lebih. Sehingga  bukan hanya akan mengharumkan nama Bali dalam arti sempit tetapi akan bermakna luas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dalam membina anak-anak berbakat.

2 komentar:

MahaWidya mengatakan...

Apakah anak-anak kita hanya berhasil sebatas lomba ,, banyak anak -anak kita yang berhasil juara sains , juara fisika tingkat internasional,, dan lainya. dan mendapat bia siswa keluar negeri , setelah tampat tidak kembali lagi dan dimanfaatkan oleh negara lain. pokoknhya setelah menang hilang hidunya....

Teacher Creative Corner mengatakan...

Program percepatan pendidikan sangat perlu diadakan dalam melayani anak berkebutuhan khusus diantaranya anak cacat, tuna rungu,,,termasuk anak berbakat,,,harus diperlakukan kusus. Mereka berhak mendapat pelayanan kusus sesuai dengan kekhususan yang mereka miliki...dan ini adalah tanggung jawab negara. Masalah mereka kemudian dimanfaakan oleh negara atau tidak disinilah letak kepedulian masyarakat dalam alam demokrasi untuk memberi masukan melalui peran serta dalam pemilihan wakil rakyat dan pejabat politik.Maka masyarakat sangat berperan dalam menentukan kebijakan pemerintah utamanya dalam sektor pendidikan untuk menentukan arah pendidikan ke depan..Hendaknya kita jangan pesimis..Semuanya masih berproses...Mungkin begitu kiranya teman Mahawijaya. Makasi telah berkunjung ke blog ini.

Poskan Komentar

 
Powered By Blogger | CREATIVE DESAINS BY PUTRA © 2009 | Resolution: 1024x768px | Best View: Firefox | Top